Pulung Wijaya, Ketua Blitar Cahpreneur sekaligus owner Raja Banyu, adalah contoh nyata bahwa perjalanan usaha tidak selalu dimulai dari kondisi yang stabil.
Sebelum berada di titik seperti sekarang, Pulung pernah menjalani masa-masa sulit. Masa itu ia tengah merantau ke Jakarta dengan gaji pas-pasan.
Hidup dijalani dengan sederhana, makan diirit, dan serba terbatas. Namun satu hal yang membuatnya memiliki tekad kuat, ia berniat untuk belajar dan bekerja secara jujur.
Kariernya dimulai dari posisi paling bawah, mulai dari helper angkat dus, kerja gudang, hingga sales door to door. Bagi Pulung, pekerjaan pertama bukan soal gengsi, melainkan proses pembentukan mental dan karakter.
Bertahun-tahun ditempa kerasnya dunia kerja di Jakarta mengajarkannya bahwa bisnis bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang pelayanan dan membangun kepercayaan.
Setelah kembali ke Blitar, Pulung sempat mencoba usaha kuliner yang sayangnya tidak berjalan sesuai harapan. Meski begitu, kegagalan tersebut tidak menghentikannya.
Dari pengalaman itulah lahir Raja Banyu, yang pada awalnya hanya mampu menjual sekitar lima galon air per hari dengan keuntungan yang sangat terbatas.
Awal merintis usaha Raja Banyu, prosesnya tidak mudah, penolakan pelanggan, komplain, hingga rasa malu pernah ia rasakan.
Seiring waktu, konsistensi dan kejujuran mulai membuahkan hasil. Raja Banyu berkembang bukan hanya sebagai usaha air minum dan es kristal, tetapi juga sebagai tempat puluhan orang menggantungkan hidup.
Bagi Pulung, bisnis bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan sarana membuka lapangan kerja, menjaga kepercayaan, dan membanggakan orang tua.
Ke depan, Pulung memiliki visi agar Raja Banyu dapat hadir di berbagai kota di Indonesia dengan konsep dan standar yang terjaga. Ia percaya bahwa usaha yang sehat adalah usaha yang berkelanjutan.
Dengan berpegang pada dua prinsip hidup, memaksimalkan pekerjaan pertama dan selalu meminta restu orang tua, Pulung meyakini setiap langkah yang dijalani akan selalu dimudahkan.
(Profil Anggota Blitar Cahprenuer – Januari 2026)