Curhat Bisnis #11: Menumbuhkan Kedisiplinan Finansial bagi Pelaku UMKM

Curhat Bisnis Cahpreneur Indonesia

Pada hari Rabu, 16 September 2026 yang lalu, komunitas Cahpreneur Indonesia kembali mengadakan kegiatan kumpul rutin mereka yang bertajuk “Curhat Bisnis #11”. Berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, acara ini diadakan di Halaman Depan Litera Coffee Space yang berlokasi di Jl. Sumatera 54, Kota Blitar.

Mengangkat tema yang sangat dekat dengan keseharian pengusaha yaitu “Disiplin Financial Untuk UMKM”, acara ini menghadirkan sesi berbagi wawasan atau special insight langsung dari Mas Hisan, selaku Owner Coklat Kentalnya Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara terbuka bagi seluruh member Cahpreneur yang ingin belajar dan berjejaring bersama.

Dalam pemaparan materinya, Mas Hisan menyoroti sebuah fondasi penting yang sering kali diabaikan oleh para pelaku usaha, yaitu keharusan untuk memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha. Beliau mengingatkan bahwa banyak bisnis skala kecil hingga menengah yang goyah hanya karena keuangannya tercampur aduk.

Kedisiplinan adalah kunci utamanya. Jika menginginkan usaha atau bisnisnya bisa terus berjalan dan berkembang, seorang pengusaha harus mampu mendisiplinkan dirinya dalam mengelola arus kas, salah satunya dengan tidak menggunakan uang laci kasir untuk keperluan pribadi yang tidak terencana.

Suasana menjadi semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab. Para peserta yang hadir tampak aktif menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan kondisi riil yang mereka hadapi di lapangan. Salah satu topik yang cukup banyak didiskusikan adalah mengenai cara dan waktu yang tepat untuk mengambil profit atau keuntungan ketika bisnis sudah mulai berjalan lancar.

Selain itu, ada pula peserta yang bertanya mengenai bagaimana penerapan sistem penggajian bagi pemilik usaha itu sendiri. Diskusi ini membuka wawasan para peserta bahwa meskipun berstatus sebagai pemilik atau owner, sangat penting untuk menentukan sistem gaji bulanan yang jelas untuk diri sendiri. Langkah ini diperlukan agar keuangan operasional bisnis tetap aman dan tidak terganggu oleh penarikan dana yang tidak beraturan.

Menariknya, acara Curhat Bisnis kali ini tidak melulu membahas soal angka dan manajemen pembukuan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dalam berwirausaha. Diskusi menjadi lebih mendalam ketika muncul pertanyaan mengenai bagaimana cara bangkit dari rasa terpuruk dan kehilangan motivasi setelah mengalami kebangkrutan.

Lewat pertanyaan ini, para peserta diajak untuk menyadari bahwa kegagalan adalah risiko nyata dalam dunia bisnis. Namun, dengan mental yang tangguh, evaluasi yang terukur, serta dukungan dari komunitas sesama pengusaha yang positif, masa-masa sulit tersebut pasti bisa dilewati untuk kembali memulai langkah yang baru.

Keseluruhan acara ini berjalan dengan hangat dan memberikan banyak pelajaran praktis bagi para pesertanya. Terlaksananya kegiatan edukatif ini juga tidak lepas dari dukungan para sponsor, yaitu Coklat Kentalnya Indonesia, Arvena Interior, Raja Banyu, dan Litera.

Kemeriahan acara juga semakin terasa di penghujung sesi dengan adanya pembagian doorprize menarik bagi para peserta yang hadir. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan para pelaku UMKM bisa terus belajar mengelola keuangannya dengan baik dan membangun mentalitas bisnis yang lebih kuat. ***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top